⊹₊˚‧︵‿₊୨ᰔ୧₊‿︵‧˚₊⊹
Senin pagi di Bandung selalu diawali dengan kabut tipis dan aroma aspal basah, namun bagi Asep, aroma yang paling menyengat adalah aroma sial. Ia sengaja datang lima belas menit lebih awal, berharap bisa menyelinap ke kelas tanpa harus berpapasan dengan kerumunan pemuja "Tuan Tanah".
"Sep! Asep! Tungguin!" suara cempreng Tia membelah koridor yang masih sepi.
Asep mempercepat langkah, pura-pura budeg. Tapi Tia, dengan kaki kecilnya yang lincah, berhasil menyusul dan langsung merangkul tas ransel Asep.
"Apaan sih, Tia? Masih pagi, jangan mulai," gerutu Asep, matanya waspada melirik kanan-kiri.
"Tadi gue liat mobil putihnya si Arka udah parkir di depan gedung olahraga. Gila ya, itu orang jam segini udah latihan basket. Rajin banget calon imam," cerocos Tia tanpa dosa.
Asep mendengus, merapatkan jaketnya. "Imam dari mana? Orang Belanda gitu. Lagian mau dia latihan kayang juga bukan urusan gue, Ti."
"Ih, galak amat. Padahal kemarin di kafe kayaknya ada yang dapet kenang-kenangan kayu kincir angin," goda Tia sambil menyenggol lengan Asep.
Asep mendadak berhenti, wajahnya sedikit memanas—entah karena dinginnya udara pagi atau karena godaan Tia. "Itu cuma sampah yang ketinggalan. Udah, ah. Gue mau tidur di kelas sebelum bel."
Tapi rencana Asep untuk jadi ‘hantu’ di sekolah langsung buyar begitu mereka melewati mading utama. Di sana, terpampang poster besar pengumuman simulasi ujian dan jadwal piket OSIS. Nama Pieter Arka van der Heijden tertulis paling atas dengan jabatan Ketua OSIS, dan tepat di bawah kolom 'Petugas Pembantu Perpustakaan' untuk minggu ini, nama Asep Amsterdam tertulis dengan tinta merah tebal.
Asep melongo. "Sejak kapan gue daftar jadi petugas perpus?"
"Kayaknya sejak Tuan Tanah mutusin kalau dia butuh asisten buat ngerapihin buku-buku lama di gudang," Tia menahan tawa, menunjuk sebuah catatan kecil di pojok poster: Keputusan mutlak Ketua OSIS.
Asep mengepalkan tangan di saku jaketnya, menyentuh pembatas buku kayu yang bodohnya malah ia bawa ke sekolah. "Sialan si Kompeni. Ini mah bukan simulasi ujian, ini namanya simulasi dijajah!"
── .✦
Komentar
Posting Komentar